Perluas Makna Literasi melalui Malik Fadjar Boardgame

Perluas Makna Literasi melalui Malik Fadjar Boardgame

05-10-2026 15:04

By Administrator RBC

Kegiatan

Perluas Makna Literasi melalui Malik Fadjar Boardgame

RBC AMF Institute – Rumah Baca Cerdas (RBC) A. Malik Fadjar Institute kembali membawa literasi ke ruang publik. Kali ini, bersama Mobil Terbang (Bakti Terhadap Bangsa) berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Malang yang berlangsung di Alun-Alun Kota Malang, Minggu (4/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Mobil Terbang tidak hanya menghadirkan buku dan aktivitas membaca bersama. RBC membawa board game hasil pengembangan kolaboratif antara RBC A. Malik Fadjar Institute, Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, dan Let’s Play Indonesia. Kolaborasi tersebut mengahasilkan berbagai papan permainan yang mempertemukan perspektif literasi dan game-based learning untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan partisipatif. Salah satu boardgame yang dimainkan dalam agenda tersebut adalah "Smart Step", edu-game yang mengajak peserta belajar membaca situasi, menyampaikan pendapat, menentukan pilihan, hingga merefleksikan keputusan yang telah diambil.


Melalui game ini, peserta berhadapan dengan berbagai situasi yang membutuhkan respons. Mereka didorong untuk mengemukakan pandangan, mempertimbangkan pilihan yang tersedia, serta memahami konsekuensi dari tindakan yang diambil. Proses bermain kemudian menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali alasan di balik setiap keputusan.

Bagi RBC, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemaknaan terhadap literasi. Literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan memahami teks, tetapi juga mencakup kemampuan membaca realitas, berpikir kritis, mengemukakan gagasan, mengambil keputusan, dan merefleksikan tindakan. Direktur RBC A. Malik Fadjar Institute, Dr. Faizin, mengatakan bahwa menghadirkan proses belajar melalui permainan merupakan salah satu cara membawa pendidikan lebih dekat dengan pengalaman peserta. “Belajar itu tidak harus selalu berlangsung dalam situasi yang formal. Anak-anak perlu diberi ruang untuk mengalami, menyampaikan pendapat, mengambil keputusan, lalu belajar dari keputusan tersebut. Semangat ini sejalan dengan pemikiran Abdul Malik Fadjar bahwa pendidikan harus memanusiakan manusia dan dekat dengan kehidupan nyata,”.

Gagasan tersebut menjadi salah satu pijakan RBC dalam mengembangkan berbagai aktivitas Mobil Terbang. Nilai pendidikan Abdul Malik Fadjar yang menempatkan peserta didik sebagai manusia yang perlu dikembangkan secara utuh diterjemahkan RBC melalui aktivitas yang memungkinkan peserta berpikir, bersikap, dan bertindak.

Dalam konteks itu, Smart Step tidak ditempatkan sekadar sebagai permainan untuk mengisi waktu. RBC memanfaatkannya sebagai medium belajar yang memungkinkan peserta berinteraksi dengan situasi, berdiskusi, sekaligus mengenali cara mereka mengambil keputusan. Pengalaman bermain menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran dan refleksi.

Kehadiran Mobil Terbang juga menjadi upaya RBC untuk menjadikan ruang publik sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Bagi RBC, belajar tidak semestinya hanya terjadi di ruang kelas atau melalui buku. Interaksi, permainan, percakapan, dan pengalaman sosial juga dapat menjadi bagian dari proses pendidikan.

Hal ini sejalan dengan pandangan Abdul Malik Fadjar mengenai pendidikan yang tidak terpisah dari kehidupan masyarakat. Pendidikan perlu hadir di tengah persoalan nyata dan memberi bekal kepada peserta didik untuk berhadapan dengan kehidupan secara lebih utuh.

Melalui Mobil Terbang, RBC terus membawa semangat tersebut ke berbagai ruang. Buku tetap menjadi pintu masuk, tetapi pengalaman belajar dapat berkembang jauh lebih luas: membaca, berbicara, mempertimbangkan, memilih, dan merefleksikan.