RBC Institute Gaungkan Literasi dan Pemberdayaan Perempuan di Seminar Kampung

RBC Institute Gaungkan Literasi dan Pemberdayaan Perempuan di Seminar Kampung

24-06-2026 14:02

By Administrator RBC

Berita

RBC Institute Gaungkan Literasi dan Pemberdayaan Perempuan di Seminar Kampung


RBC AMF Institute – Rangkaian acara mencakup seminar, diskusi kelompok kecil (small group discussion), dan sesi membaca bersama yang melibatkan anak-anak dan remaja setempat. Mobil Terbang (Bakti Terhadap Bangsa), fasilitas perpustakaan keliling milik RBC Institute, turut hadir menyemarakkan suasana dengan membawa ratusan buku bacaan anak dan remaja.

Kehadiran mobil ini menjadi titik interaksi hangat antara relawan literasi dan warga, sekaligus menjadi alternatif kegiatan akhir pekan yang edukatif di tengah keterbatasan akses literasi di wilayah desa. Maharina Novia Zahro MIKom, Marketing Communication RBC Institute, hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi Perempuan dan Peradaban. Dalam sesinya, peserta diajak menganalisis persoalan sosial di lingkungan sekitar serta bersama-sama merumuskan solusi.

“Literasi bukan hanya soal baca-tulis, tetapi juga menyangkut kemampuan berpikir kritis, berdaya, dan berkontribusi bagi perubahan sosial,” tuturnya.

Di akhir sesi diskusi, para peserta mempresentasikan beragam permasalahan yang mereka temukan, mulai dari tekanan sosial terhadap remaja perempuan, putus sekolah, hingga minimnya ruang aman untuk berkembang.

Setiap kelompok tidak hanya menyuarakan keresahan, tetapi juga menawarkan solusi sederhana yang bisa langsung diupayakan di lingkungan masing-masing. Proses ini menjadikan kegiatan literasi sebagai alat pemberdayaan yang nyata dan relevan.

Yang paling istimewa, seluruh proses Seminar Kampung 3 digerakkan oleh para panitia muda—remaja putri yang masih duduk di bangku SD dan SMP. Mereka tidak hanya merancang dan menjalankan acara, tetapi juga melakukan survei sosial kepada pemuda-pemudi di Dusun Busu.

Survei tersebut menemukan kecenderungan pernikahan usia dini, yang kemudian mendorong mereka untuk mengangkat tema perempuan dan pemberdayaan. Demi mewujudkan seminar ini, mereka bahkan menabung secara sukarela dari uang saku harian selama satu tahun.

“Agenda Seminar Kampung 3 ini murni inisiatif dari para panitianya, adik-adik yang sekarang masih duduk di SD dan SMP. Mereka yang menyiapkan semuanya dari nol—melakukan survei, menyusun tema, dan mengatur kebutuhan teknis. Kami di Republik Gubuk hanya mendampingi,” ujar Abid, pengurus komunitas Republik Gubuk.

Ia menambahkan, kegiatan ini membuktikan bahwa remaja juga bisa memimpin gerakan perubahan, asalkan diberi ruang dan kepercayaan.