Sambut Hari Buku Nasional, RBC Hidupkan Ruang Literasi di Poncokusumo

Sambut Hari Buku Nasional, RBC Hidupkan Ruang Literasi di Poncokusumo

24-06-2026 13:37

By Administrator RBC

Berita

Sambut Hari Buku Nasional, RBC Hidupkan Ruang Literasi di Poncokusumo


RBC AMF Institute – Menyambut Hari Buku Nasional, RBC A. Malik Fadjar Institute menggelar gerakan literasi lintas generasi di Rumah Singgah Paras, Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (16/5/26). Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme ini melibatkan sekitar 100 peserta, mulai dari siswa sekolah dasar hingga mahasiswa. Momentum Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei terasa semakin bermakna karena memiliki keterkaitan historis dengan tokoh pendidikan nasional, Abdul Malik Fadjar. Hari Buku Nasional dicetuskan pada masa kepemimpinannya sebagai Menteri Pendidikan Nasional, sebagai upaya memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat. Sejak pagi, Rumah Singgah Paras dipenuhi berbagai aktivitas literasi yang berlangsung interaktif dan inklusif. Para peserta diajak membaca buku bersama, menulis cerita pendek, mengikuti sesi read aloud, berdiskusi ringan, bermain gim edukatif, hingga berbagi pengalaman membaca. Anak-anak tampak antusias saat mengikuti sesi read aloud, sementara peserta remaja dan mahasiswa aktif menuangkan gagasan mereka dalam kegiatan menulis dan refleksi literasi.

Direktur RBC A. Malik Fadjar Institute, Faizin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari usaha menghadirkan ruang literasi yang hidup dan dekat dengan masyarakat. “Hari Buku Nasional bukan hanya tentang buku sebagai benda, tetapi tentang bagaimana pengetahuan bisa diakses, dibagikan, dan dihidupkan bersama. Kami ingin menghadirkan ruang yang membuat anak-anak hingga anak muda merasa bahwa membaca dan menulis itu menyenangkan, bukan sesuatu yang jauh atau menakutkan,” ujarnya. Tak hanya menggelar kegiatan literasi, RBC A. Malik Fadjar Institute juga menyalurkan donasi buku untuk didistribusikan ke sejumlah gubuk baca yang dikelola Republik Gubuk Nusantara (RG). Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses bacaan, terutama bagi masyarakat di wilayah yang masih minim fasilitas literasi.

Presiden Republik Gubuk Nusantara, Irul, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga semangat literasi akar rumput agar tetap tumbuh dan berkelanjutan.

“Gerakan literasi tidak bisa berjalan sendiri. Yang dibutuhkan hari ini adalah keberlanjutan dan kolaborasi. Buku-buku yang disumbangkan ini akan kami distribusikan ke beberapa gubuk baca agar manfaatnya benar-benar sampai ke masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, RBC A. Malik Fadjar Institute juga meresmikan “Malik Fadjar Corner”, sebuah sudut literasi yang dihadirkan sebagai ruang baca, ruang diskusi, sekaligus ruang belajar bersama. Kehadiran ruang ini diharapkan menjadi simbol keberlanjutan gagasan Abdul Malik Fadjar tentang pendidikan yang inklusif, terbuka, dan membebaskan. Melalui gerakan ini, RBC A. Malik Fadjar Institute ingin menegaskan bahwa budaya membaca tidak cukup hanya diperingati setiap tahun. Literasi perlu terus dirawat melalui ruang-ruang kecil yang dekat dengan masyarakat, menghadirkan pengalaman membaca dan belajar yang hangat, menyenangkan, serta bermakna lintas generasi.