Undang Aktivis Kalis Mardiasih, RBC Institute Ciptakan Ruang Aman Menulis bagi Perempuan
24-06-2026 13:46
Undang Aktivis Kalis Mardiasih, RBC Institute Ciptakan Ruang Aman Menulis bagi Perempuan
RBC AMF Institute – Digelar pada Selasa (29/7/2025) sore, kelas ini diikuti peserta dari beragam latar belakang—karyawan, mahasiswa, peneliti, aktivis komunitas, hingga perempuan muda yang baru mulai menulis. Dengan pendekatan pengalaman langsung dan diskusi terbuka, sesi ini menjadi ruang aman untuk membicarakan keresahan sehari-hari yang kerap tak tersuarakan di ruang publik.
“Menjadi perempuan hari ini tidak mudah. Kami percaya, menulis bisa menjadi cara menyelamatkan diri sekaligus menyuarakan yang tak terdengar,” ujar Kalis Mardiasih dalam kelasnya.
Para peserta diajak mengeksplorasi ide dari keresahan personal, merangkai logika dan emosi dalam tulisan, serta memahami dasar-dasar personal branding secara ringan namun strategis.
Kolaborasi ini disambut antusias oleh RBC Institute sebagai bagian dari gerakan cegah, lawan, rangkul. Direktur Eksekutif RBC Institute Subhan Setowara mengatakan, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tapi juga keberanian menyuarakan pengalaman.
“Kolaborasi ini adalah upaya menciptakan ruang aman bagi perempuan untuk menulis dan mencatat hidupnya secara jujur dan berani,” tuturnya.
Inisiatif ini menjadi bagian dari program RBC Institute untuk mempertemukan pemikiran progresif dengan komunitas akar rumput. RBC meyakini, tulisan yang lahir dari pengalaman perempuan mampu membongkar ketimpangan dan memperluas ruang dialog sosial.
Tak hanya belajar menulis, peserta juga diajak saling mendukung ekspresi satu sama lain di berbagai platform. Proses ini membuka ruang empati antarperempuan, memperlihatkan bahwa pengalaman personal yang dianggap sepele justru memiliki makna kolektif. Banyak peserta mengaku baru kali ini merasa keresahannya penting dan layak dituliskan.
Sesi ditutup dengan tanya jawab dan berbagi pengalaman keperempuanan. Bagi sebagian peserta, menulis di kelas ini bukan sekadar soal keterampilan teknis, melainkan cara memaknai ulang pengalaman hidup.
Dengan kapasitas terbatas dan suasana intim, kelas ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang penyembuhan, penguatan, dan keberanian. RBC Institute berharap gerakan seperti ini bisa menjalar ke kota-kota lain, membuka lebih banyak ruang bagi perempuan untuk mencatat, merekam, dan mengartikulasikan hidupnya.
Berita